Pandemi Momok Bagi Angkatan Kerja Muda

oleh -5 views

Wabah virus corona sepertinya makin membawa seluruh penjuru negeri ke fase dimana perekonomian berjalan lamban dan kian merisaukan. Tak pelak, pandemi ini juga menjadikan pergerakan sosial yang kian merenggang. Kebijakan-kebijakan yang diperuntukkan pada pencegahanya rupanya menggiring pasar tenaga kerja ke fase krusial. Dimana perjanjian kontrak sementara terjadi secara ‘jamak’

BANDAR LAMPUNG–Pandemi virus corona juga berdampak pada ancaman kesempatan kerja yang dialami para fresh graduate di Provinsi Lampung. Bagaimana tidak, jumlah pengangguran di Lampung pada periode Agustus 2020 bertambah sebanyak 33,9 ribu orang atau naik 0,64 poin dibandingkan periode Agustus 2019.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung periode Agustus 2020, jumlah angkatan kerja di Lampung tercatat 4,49 juta orang, naik 127,8 ribu orang dari Agustus 2019.

Rincianya 4,28 juta orang penduduk bekerja sedangkan sebanyak 209,6 ribu orang menganggur.

Sebanyak 3,09 juta orang (72,26 persen) penduduk bekerja di kegiatan informal, naik sebesar 3,77 persen dibanding Agustus 2019. Dari 4,28 juta orang yang bekerja, sebesar 13,18 persen masuk kategori setengah penganggur dan 31,62 persen pekerja paruh waktu.

TPT didominasi tingkat pendidikan SMK yakni 9,21 persen, jauh lebih tinggi dibanding tingkat pendidikan lainnya. Sedangkan mereka yang berpendidikan rendah cenderung mau menerima pekerjaan apa saja, dapat dilihat dari TPT SD ke bawah yang paling kecil di antara semua tingkat pendidikan yaitu sebesar 2,64 persen.

Untuk lapangan usaha yang mengalami penurunan persentase penduduk yang bekerja terbesar yaitu di lapangan usaha industri pengolahan turun sebesar 2,06 poin,

Jika dirangkum, artinya kaum muda yang paling terdampak pandemi. Tak hanya pelik bagi kelompok penduduk muda, fenomena ini tak ayal juga menjadi ancaman bagi Indonesia.

Wabah virus corona juga sepertinya makin membawa seluruh penjuru negeri ke fase dimana perekonomian berjalan lamban dan kian merisaukan. Tak pelak, pandemi ini juga menjadikan pergerakan sosial yang kian merenggang. Kebijakan-kebijakan yang diperuntukkan pada pencegahanya rupanya menggiring pasar tenaga kerja ke fase krusial. Dimana perjanjian kontrak sementara terjadi secara ‘jamak’.

Tak hanya itu, pekerja yang dirumahkan dan di PHK pun marak terjadi. Data per 10 November 2020, tercatat di Provinsi Lampung, sebanyak 3081 tenaga kerja dirumahkan, rincianya sektor Formal sebanyak 1600 orang dan Noninformal sebanyak 1799 orang. Sedangkan yang di PHK sebanyak 182 orang.

Lampung yang tergolong sebagai kawasan industri sebenarnya merupakan harapan bagi para angkatan kerja. Namun, semua itu harus luluh lantak lantaran pandemi. Beberapa Kabupaten/Kota masih menjadi episentrum penyebaran wabah dengan status zona merah dan orange.

Sejalan dengan itu, menurut BPS, kendati TPT Lampung terendah kedua se-Sumatera, grafiknya meningkat dari setahun sebelumnya yakni pada Agustus 2019, dengan total kenaikan TPT mencapai 4,41 persen.

Tantangan Pekerja Muda

Bercermin dari krisis ekonomi sebelumnya, siapa lagi jika bukan lulusan baru yang akan mendapat pukulan terhebat dari badai pandemi ini. Situasi ekonomi yang kian lemah diperkirakan akan menggeser puluhan ribu kaum muda masuk menjadi bagian youth not in employment, education or training (NEET).

Ketakutan ini kian nyata adanya. Menurut BPS, pada Agustus 2020, TPT penduduk kelompok umur muda (15-24 tahun) adalah TPT tertinggi yang mencapai 20,46 persen. Sementara, TPT penduduk kelompok umur tua (60 tahun ke atas) merupakan yang paling rendah, yaitu sebesar 1,70 persen.

Kendati mengejutkan, banyak hal menjelaskan fenomena ini. Kaum muda merupakan mayoritas pekerja di sektor perdagangan grosir dan eceran, akomodasi, dan jasa makanan, sementara sektor ini yang paling terdampak oleh pandemi. Pola ini pun diperparah oleh kenyataan bahwa pekerja muda cenderung bekerja di industri jasa yang rentan dipengaruhi oleh kebijakan physical distancing.

Dengan kata lain, pasar tenaga kerja kaum muda dicirikan oleh tingkat pekerjaan yang lebih tinggi dalam peran yang menghadapi konsumen secara langsung. Hal ini membuat kaum muda lebih rentan kehilangan pekerjaan dan mengalami pengurangan jam kerja.

Selama pandemi, pemilik usaha mungkin cenderung memberhentikan pekerja kaum muda karena berbagai alasan terkait budaya industri, sifat pekerjaan, dan struktur biaya. Dalam industri yang membutuhkan pengetahuan spesifik mengenai perusahaan, pekerja muda dengan masa kerja yang baru sebentar biasanya belum memiliki pengetahuan yang cukup yang dapat menghindarkan mereka dari PHK.

Ancaman Bonus Demografi

Bukan hal yang asing lagi bahwa bangsa ini menaruh harapan besar pada penduduk muda. Dengan proporsi penduduk usia produktif yang mendominasi komposisi penduduk Indonesia pada 2020-2030, anak muda diharapkan menjadi penggerak utama pembangunan di masa yang akan datang (BPS, 2019). Kaum muda adalah tulang punggung bangsa ini, dengan masing-masing menanggung penduduk usia non produktif di keluarganya.

Lebih dari itu, pada masa pandemi ini, korban meninggal akibat Covid-19 sebagian besar adalah penduduk usia non-produktif. Berdasarkan analisis data Covid-19 Indonesia per 1 November 2020 oleh Satgas Penanganan Covid-19, kelompok umur 60 tahun ke atas masih menyandang persentase tertinggi kematian akibat Covid-19 yakni mencapai 14,26%. Kelompok umur selanjutnya dengan persentase kematian akibat Covid-19 tertinggi adalah 46-59 tahun.

Grafik yang berbentuk U menarasikan bahwa risiko kematian kembali naik pada balita usia 0-5 tahun. Dengan kata lain, penduduk usia non produktiflah yang lebih berisiko mengalami kematian akibat wabah ini. Hal ini, meski tidak terlalu kentara, akan mengubah struktur umur penduduk Indonesia, memperbesar lagi proporsi penduduk usia muda yang membuat piramida penduduk makin menggembung di bagian tengah.

Artinya, sekali lagi, bila kelompok penduduk muda yang sangat besar ini kurang berkualitas baik pendidikan maupun pekerjaannya, maka alih-alih menjadi harapan, malah akan menjadi beban bagi Indonesia.

Berusaha meraih bonus demografi, selama beberapa tahun sebelum pandemi muncul, Indonesia sudah berjuang melakukan perbaikan di segala sisi. Namun, memastikan penduduk muda mengenyam pendidikan berkualitas dan mendapat lapangan kerja yang layak menjadi tantangan yang semakin sulit digapai di tengah pandemi. Kegagalan mendapatkan dua hal tersebut dapat mengancam peluang mencapai bonus demografi, pun akan kesulitan menanggung beban penduduk muda yang belum dapat mandiri.

Investasi pada Kaum Muda

Kendati resesi ekonomi dan masalah ekonomi lainnya sangat menakutkan, ganjalan yang dihadapi pekerja muda saat ini tidak dapat dianggap remeh. Berinvestasi pada kaum muda untuk pekerjaan yang layak dan berkelanjutan harusnya menjadi prioritas saat ini.

Pelbagai kebijakan sangat perlu untuk diperkuat seperti meningkatkan keterampilan kaum muda, memperkuat keterlibatan sipil, serta mempertemukan para pengusaha, organisasi pemuda, masyarakat sipil, pendidik, dan otoritas lokal untuk menyesuaikan kurikulum pendidikan yang dibutuhkan saat ini dan memperluas program magang.

Menghubungkan pemuda ke sektor swasta dan pekerjaan pemerintah dan peluang kewirausahaan juga patut diperjuangkan. Semua pihak harus turut andil dalam mendukung kebijakan ekonomi makro pemerintah untuk merangsang ekonomi dan menciptakan lapangan kerja secepat mungkin, sehingga dapat meningkatkan prospek pekerjaan para kaum muda saat ekonomi pulih nanti.

Disini juga dibutuhkan peran serta Dinas Tenaga Kerja dalam upaya menyelesaikan permasalahan pengangguran, salah satunya dengan memfasilitasi perluasan kerja dan kesempatan kerja secara luas, serta memberikan pelatihan bagi para pencari kerja.

Selain itu, dirasa perlu mengoptimalkan peran serta Bursa Kerja Khusus di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan dan Universitas dalam rangka mendorong penempatan calon tenaga kerja yang baru lulus.(ibr/rls)

Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS), Satgas Penanganan Covid-19, Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *