Gunakan NPK Phonska Plus, Ini Pengakuan Petani Lampung Tengah

296
0
BAGIKAN

LAMPUNG TENGAH — Sejumlah kelompok tani di Kecamatan Kotagajah, Lampung Tengah mulai gencar mengkampanyekan pemupukan berimbang kepada anggotanya. Ini dilakukan untuk mencapai ketersediaan hara esensial yang seimbang dan optimal ke dalam tanah. Sehingga produktifitas tanaman dan mutu hasil pertanian dapat lebih meningkat.

Budi Herianto, Ketua Kelompok Tani Rukun Tani Makmur Kampung Kotagajah Timur, Kecamatan Kotagajah, Lampung Tengah mengaku tidak lagi hanya mengandalkan pupuk bersubsidi dari pemerintah, namun sebagian menggunakan pupuk non-subsidi jenis NPK Phonska Plus meski harus ditebus dengan harga lebih mahal.

Harga NPK Phonska plus diakuinya ditebus dengan harga Rp 7.600 per kilo ditingkat petani. Lebih mahal dibanding Phonska bersubsidi, tetapi menurutnya hasil produksi jauh lebih baik. Sehingga banyak anggotanya mengaku puas karena usahanya sebanding dengan adanya peningkatan produksi tanaman yang maksimal.

“Pada musim tanam pertama lalu, kami telah uji coba pupuk Npk Phonska Plus pada demplot lahan untuk tanaman padi, hasil produksinya meningkat antara 10-15 persen dibanding memakai pupuk bersubisidi. Bulir gabah maksimal dan produksi bertambah,” ujar Budi.

Selama ini, untuk mendukung proses produksi tanaman padi, petani lebih banyak menggunakan pupuk bersubsidi jenis Urea, SP-36 dan Phonska. Namun kini NPK Phonska Plus banyak menjadi pilihan anggotanya karena diketahui memiliki unsur hara yang lebih lengkap. Penambahan unsur hara mikro Zink (Zn) yang tertera pada kemasan NPK Phonska Plus yang membedakan pupuk Non-subsidi ini dengan pupuk Phonska bersubsidi.

“NPK Phonska Plus menjadi pilihan petani karena memiliki unsur hara lebih lengkap. Sehingga sangat bermanfaat untuk mendukung pertumbuhan vegetatif dan pertumbuhan buah atau biji, serta memperkuat daya tahan tanaman terhadap hama penyakit,” pungkasnya.(red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini