Disnaker Lampung Lampaui Target PAD, Pekerja Asing Sumbang Retribusi Terbesar

oleh -2 views
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Lampung, Ir Lukmansyah MM

BANDAR LAMPUNG–Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Lampung yang dinahkodai Ir Lukmansyah MM, berhasil melampaui target PAD tahun 2020. Dari total target Rp 342 juta, saat ini realisasi PAD sudah mencapai Rp 455 juta atau 133 persen.

Lukmansyah mengungkapkan, realisasi PAD di Disnaker telah melewati target. Raihan ini didapat dari tiga jenis retribusi yakni, retribusi perpanjangan Izin mempekerjakan tenaga asing (IMTA), retribusi sewa rumah dinas, dan retribusi pengujian lingkungan kerja.

“Tahun ini kita telah melewati target. Per 13 November penerimaanya sudah 133 persen atau surplus Rp 113 juta dari target. Ini catatan bagus yang berhasil kita capai. Kemungkinan hingga akhir tahun masih akan ada penambahan lagi,” terang Lukmansyah kepada rakyatlampung.id, Kamis (18/11).

Ia menyebut, keberadaan sejumlah tenaga kerja asing di Provinsi Lampung memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan PAD. Sebab menjadi penyumbang retribusi terbanyak. Hingga Oktober 2020, total retribusi perpanjangan IMTA mencapai Rp 288 juta lebih.

Dia memaparkan, berdasarkan data Kemnaker, sebanyak 147 orang TKA bekerja di Lampung, mereka berasal dari berbagai negara seperti RRC, Korea Selatan, Thailand, Jepang, Thailand, Amerika Serikat, Malaysia dan lainya.

“Mereka ini tersebar di 42 perusahaan swasta yang bergerak dibidang industri, pendidikan dan lainya, juga ada yang di Kementan RI,” urainya.

“Retribusi IMTA menjadi hak daerah, dan menjadi sumber PAD, dan yang sudah diterima sebesar Rp 288 juta, angka itu telah melampaui target PAD perpanjangan IMTA tahun ini yang hanya sebesar Rp 62 juta,” timpalnya lagi.

Lanjutnya, untuk pendapatan retribusi IMTA grafiknya mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Padahal, kata dia, sejak adanya Permenaker nomor 10 tahun 2018, rencana penggunaan tenaga kerja asing (RPTKA) mutlak disyahkan oleh Kemnaker dan penerimaanya tidak bisa diprediksi secara tepat.

“Pada 2019 penerimaan retribusi IMTA sebesar Rp 347 juta, sementara tahun ini mengalami peningkatan hingga Rp 455 juta atau mengalami kenaikan 31 persen,” tandasnya mengurai.

Menurut dia, capaian itu merupakan hasil kerja keras semua komponen, mulai dari pegawai Disnaker maupun masyarakat yang atas kesadaran taat membayar kewajiban pajaknya.

“Kami bersyukur karena di tengah kondisi pandemi Covid-19, kita masih bisa mendapatkan PAD dari retribusi IMTA. Bahkan melewati target, semua itu berkat kerja keras semua pihak, komunikasi dan sinergitas yang baik, serta dukunganya,” ujar Lukmansyah menyudahi.(ibr)

2 thoughts on “Disnaker Lampung Lampaui Target PAD, Pekerja Asing Sumbang Retribusi Terbesar

  1. It is appropriate time to make some plans for the future and it is time to be happy. I have read this post and if I could I want to suggest you some interesting things or advice. Perhaps you can write next articles referring to this article. I wish to read even more things about it!|

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *