Dari Tangan Kreatif Tarmizi Ubah Gelondongan Kayu Daya Jual Tinggi | RAKYATLAMPUNG.ID

oleh -95 views

PANARAGAN–Gelondongan kayu berumur ratusan tahun yang berada di dalam air dan tertimbun tanah, dapat di ubah Tarmizi (45) dan Selamet (44) warga Tiyuh (Kampung) Panaragan, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) menjadi perabotan rumah tangga bernilai ekonomis.

Bermodal mesin pemotong kayu (singso), mesin gerinda, golok, palu, dan alat-alat ukir kayu, keduanya mampu membuat Meja dan Bangku tebal yang disesuaikan dengan kondisi material kayu, bahkan tergantung pemesanan untuk motif yang diukir.

“Kami menekuni pekerjaan ini sejak tahun 2018 silam, dan kini terus kebanjiran material dan orderan dari berbagai daerah, dengan kiriman kayu gelondongan hasil galian, dengan panjang rata-rata 2 meter dan berdiameter antara 0,8 hingg 1,5 meter,”papar Tarmizi sabtu (7/12).

Selagi kayunya tebal dan bagus, Insyaallah dirinya dapat membentuk sesuai keinginan, tidak hanya meja dan bangku, ketika ada bahan akar kayu atau potongan kayu dapat di jadikan asbak roko dan di bentuk sesuai dengan lekukan kayu. Dapat di ukur berbagai hewan seperti burung dan ikan.

Untuk menjadikan satu set meja dan bangku, kata dia membutuhkan waktu 1 hingg 2 minggu, tergantung tingkat kesulitan yang dihadapi.

“Kalau materi bahan meja dan bangkunya cukup, bisa jadi 1 minggu, tapi kalau mau diukir dengan motif yang diinginkan biasa selesai 3 minggu” pungkasnya

Sementara di lokasi kerja kedua pria itu, terdapat puluhan kayu gelondongan hasil galian dari dalam timbunan pasir berkedalaman puluhan meter, selain itu terdapat juga material dari dalam sungai yang telah terpendam puluhan tahun.

Dikatakan Selamet yang bertugas sebagai operator mesin potong dan poles, mengakui, untuk merakit satu set meja dan bangku hanya memerlukan waktu 1 hari.

“Kalau merakitnya cukup mudah, 1 hari bisa 2 set, yang lama itu, finishingnya apalagi kalau pemesanan minta diukir,” ungkapnya

Dilahan kerja berukuran 15 meter persegi, Tarmizi dan Selamet memproduksi karyanya di lokasi samping RSUD Tubaba, Tiyuh Panaragan dan saat ini telah memproduksi belasan set meja santai, dengan ukuran yang berpariasi, sedangkan untuk harga per set dibandrol 2 juta hingga puluhan jutaan.(Ton)