Begini Cara Dishub Bandar Lampung Hadapi Nataru | RAKYATLAMPUNG.ID

oleh -35 views

BANDAR LAMPUNG – Jelang Natal dan tahun baru 2020 Dinas Perhubungan (Dishub) kota Bandarlampung (Balam) berkolaborasi dengan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Balam akan menyiagakan 210 personel di titik rawan kemacetan dan kecelakaan lalu lintas.

Persiapan lainnya juga disiapkan untuk mengatasi berbagai kedala di lapangan.

Hal ini diungkap Kepala Bidang Lalu lintas Dishub kota Balam, Iskandar Z ATR, SH,MT Kamis, (19/12). Menurut Iskandar, akses jalan di kota Balam terdapat banyak kawasan pasar dan pertokoaan yang berpotensi menimbulkan kepadatan arus kendaraan.

“Personel kita siaga guna mengarahkan pengendara ketika terjadi kepadatan, ada ruas-ruas jalan alternatif yang bisa dilalui. Ada delapan ruas jalan yang mendapat perhatian kami, titik itu tersebar di jalur utara hingga selatan kota Balam. Maka itu, bagi pengendara yang melintasi titik-titik tersebut harus meningkatkan kehati-hatian,” kata Iskandar

Lebih lanjut Iskandar mengatakan, personel akan mulai diturunkan sejak Senin (23/12) sampai dengan pergantian tahun baru.”Namun waktunya bersifat tentative, tergantung kebutuhan, jika diperlukan waktu siaga personel akan diperpanjang.” tegas Iskandar.

Berdasarkan data Dishub, ada delapan titik lokasi rawan macet dan kecelakaan yakni di wilayah Ramayana, jalan Pangeran Antasari, jalan Ryamizard Ryacudu, Manahagung susilo, Lembah Hijau, Baruna Panjang, Malahayati Telukbetung, dan jalan Martadinata Sukamaju.

Guna mengurai kemacetan, Dishub kota Balam, telah menyiapkan beberapa poskotis tempat personil diterjunkan serta berkoordinasi dengan Satlantas Polresta membuat jalur alternatif dan sudah memasang rambu-rambu portable baik itu rambu penunjuk arah, tolo-tolo maupun water barier di jalur alternatif tersebut.

Khusus untuk jalur yang rawan kecelakaan, Iskandar menghimbau pengendara untuk memperhatikan rambu lalu lintas yang tersebar di ruas jalan tersebut. Selain itu Dishub juga telah memeriksa kendaraan angkutan umum beserta pengemudinya untuk uji kelayakan beroperasi.

“Anggota kita minta untuk mengecek kondisi kelengkapan kendaraan angkutan, ban, rem, lampu, klakson, TNKB. Kalau ada yang tidak layak kita minta untuk diganti, selain itu kita gelar juga pembinaan kepada pengemudi untuk selalu memperhatikan keselamatan diri, orang lain dan dalam mengendarai kendaraan jangan sampai melebihi kecepatan standarisasi jalan raya protokol, apabila lelah untuk istirahat dahulu,” bebernya.

Kegiatan-kegiatan preemtif lainnya juga sudah di laksanakan oleh Dishub Bandarlampug seperti Rapat Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan Satlantas Polresta, Rampchek kendaraan umum di terminal, pemasangan spanduk himbauan dan sosialisasi kepada komunitas ojek dan club otomotif.

Ia juga memberikan larangan keras kepada para pengemudi angkutan umum agar tidak mengkonsumsi obat-obatan, miras. “Kami berpesan kepada mereka untuk mengutamakan keselamatan bukan kecepatan, sopir diharapkan menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas,” ujarnya.(him)