Awas! Pungli Gaji Guru Honorer di SDN 2 TBS

oleh -147 views

Bandar Lampung–Dugaan pungutan liar (pungli) gaji guru honorer SD Negeri (SDN) 2 Teluk Betung Selatan (TBS) mencuat ke permukaan, setelah seorang guru honorer mengeluhkan gajinya yang tidak dibayarkan pihak sekolah selama tiga bulan masa kerja. Selain itu adanya pemotongan gaji sebesar Rp 200 ribu yang tidak jelas peruntukanya.

Kejadian bermula saat seorang guru honorer berinsial (MY) mengaku tidak nyaman mengajar di sekolah lantaran sikap Kepala Sekolah (Kepsek), ES yang memusuhinya.

MY mengaku, berawal saat ia meminta izin berobat, setelah izin berobat diberikan malah jadi masalah dan gunjingan Kepsek.

“Karenanya saya tidak lagi nyaman mengajar dan memutuskan untuk mengundurkan diri,” ucap MY kepada rakyatlampung.id, Rabu (24/03/2021).

MY menuturkan, sebelumnya Kepsek sudah mengizinkan dirinya untuk izin berobat ke Jakarta. Namun, belakangan malah dia menerima surat panggilan dengan alasan tidak ada izin tertulis.

“Kan aneh, awalnya diizinkan tapi malah dapat panggilan karena tidak ada izin tertulis,” tukasnya.

Tak ingin ada masalah, setelah selesai izin berobat MY mencoba menemui Kepsek untuk minta maaf, namun MY malah diusir keluar ruangan.

“Sana, sana keluar dari ruangan saya,” ucap MY menirukan bahasa Kepsek SDN 2 TBS sambil memperagakan gerakan tangan dan memalingkan muka mengusir MY.

Tak cukup sampai disitu, dengan niat baik MY dan suami sempat mendatangi rumah Kepsek meminta maaf serta membawa surat izin. Lalu Kepsek mengizinkan. akan tetapi dalam proses KBM, Kepsek tidak mengakui izin tersebut dan menganggap MY absen tanpa keterangan (alpa).

“Sampai akhirnya kegiatan KBM, saya dianggap alpa, walaupun tetap mengajar dan memberikan tugas kepada murid secara Daring. akibat dari itu pemberian(Gajih) saya tidak dibayarkan sejak Januari hingga Maret 2020,” ujar MY memaparkan.

“Bahkan sempat gaji saya Rp 200 ribu dipotong,Kepsek menuding saya tidak rajin kerja,” timpalnya lagi.

Puncaknya terjadi pada tanggal 3 Februari 2021, MY yang merupakan wali Kelas V B digantikan guru PNS yang baru masuk tanpa pemberitahuan kepada MY, baik secara tertulis maupun secara lisan.

“Saya merasa tidak diberikan ruang untuk mengajar di sekolah lagi, padahal saya sudah mengajar sejak 2006, atau sudah 15 tahun,” urai MY.

“Saya berharap bisa menerima hak saya, meski tidak lagi mengajar disana,” MY menambahkan.

Sementara itu, Kasi Kelembagaan Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung, Mulyadi yang ditemui diruang kerjanya mengaku sudah mengetahui adanya permasalahan itu, bahkan sudah meminta keterangan dari Kepsek. Namun pihaknya belum mengetahui kejadian sebenarnya.

“Baru sebatas keterangan dari pihak sekolah dan MY,” kata Mulyadi.

Ia menyarankan, agar MY memberikan laporan tertulis kepada Dinas jika merasa dirugikan pihak sekolah.

“Nanti akan kita bentuk tim investigasi, dan akan kita periksa kebenaranya, jika hasil investigasi dinyatakan Kepsek bersalah tentu akan kita tindak dan diberikan teguran ataupun sangsi,” tegasnya.

Sementara itu, Syahroni salah seorang guru SDN 2 TBS mengaku sempat mengetahu konflik yang terjadi antara MY dan ES, dan membenarkan tidak dibayarkanya gaji MY selama tiga bulan masa kerja.

“Benar memang MY tidak menerima gaji, karena Kepsek mengalihkan gaji MY ke guru lain, dan itu kewenangan Kepsek,”, kata Syahroni.(ibr)